
Sabtu pagi di Lombok punya ritme yang berbeda, lebih santai, lebih hangat, dan terasa seperti jeda kecil dari dunia yang terlalu cepat. Bagi turis Australia dan para lifestyle traveler, inilah momen yang paling dinanti: brunch time. Bukan sekadar makan, tapi pengalaman. Tempat duduk nyaman, kopi berkualitas, dan makanan yang fotogenik, semuanya menyatu dalam satu suasana.
Belakangan, Lombok, khususnya kawasan Kuta Mandalika, semakin populer di kalangan wisatawan Australia. Bahkan, kunjungan wisatawan dari Australia meningkat signifikan karena mereka melihat Lombok sebagai versi “Bali tempo dulu”: lebih tenang, alami, dan autentik.
Tak heran jika budaya brunch ala Barat mulai tumbuh pesat di sini. Kuta Lombok kini dikenal sebagai surganya café hopping, dengan banyak tempat yang menawarkan menu khas Australia seperti flat white, sourdough toast, hingga smoothie bowls.

Di sepanjang jalan utama Kuta, kamu akan menemukan banyak spot brunch yang hidup sejak pagi. Tempat-tempat seperti café modern dengan menu sehat hingga restoran santai menjadi favorit para digital nomad dan food vlogger. Menu seperti avocado toast, smoothie bowl, hingga sandwich segar menjadi standar baru dalam pengalaman sarapan di Lombok.
Namun, jika kamu mencari suasana yang lebih tenang dan tidak terlalu ramai, ada satu tempat yang mulai dilirik: Pandu Homestay Mandalika.
Di sini, brunch terasa lebih personal. Tidak terburu-buru, tidak bising, dan justru itu yang membuatnya spesial. Pandu Homestay bukan hanya tempat menginap, tapi juga ruang untuk menikmati pagi dengan cara yang lebih santai—sesuatu yang sangat disukai oleh wisatawan mancanegara.
Menu yang ditawarkan di KBG Restaurant milik Pandu Homestay Mandalika juga cukup lengkap dan “global-friendly”. Kamu bisa menemukan avocado toast dengan tekstur creamy yang berpadu dengan roti panggang renyah, menu wajib bagi para brunch lover. Lalu ada burger dengan patty juicy yang cocok untuk kamu yang ingin sesuatu lebih mengenyangkan setelah pagi surfing atau jalan-jalan.
Menariknya, Pandu Homestay juga tidak melupakan identitas lokal. Mereka menyajikan sate ayam khas Indonesia, lengkap dengan saus kacang gurih yang kaya rasa. Perpaduan antara menu Barat dan kuliner lokal ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi food vlogger yang mencari variasi konten dalam satu tempat.

Bagi para content creator, suasana di Pandu Homestay juga cukup mendukung. Area santainya nyaman, pencahayaan alami di pagi hari sangat “Instagrammable”, dan vibe-nya terasa intimate—tidak terlalu komersial seperti banyak café besar di pusat Kuta.
Inilah yang membuat pengalaman brunch di Lombok terasa berbeda. Bukan hanya soal makanan, tapi tentang bagaimana kamu menikmati waktu. Duduk santai, menyeruput kopi, dan membiarkan pagi berjalan tanpa terburu-buru.

Jadi, kalau kamu sedang berada di Lombok dan mencari Saturday brunch spot yang tidak biasa, Pandu Homestay Mandalika adalah tempat yang layak masuk daftar. Karena di sini, brunch bukan sekadar rutinitas—melainkan bagian dari cerita perjalanan yang ingin kamu ulang lagi.